Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok Semarang

Klenteng Tay Kak Sie walaupun telah melewati empat jaman (jaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, masa kemerdekaan dan orde baru), tidak pernah mengalami kerusakan berarti. Hanya, pada saat orde baru, umat Tridharma mengalami kesulitan beribadah karena pemerintah pada masa itu melarang segala bentuk hal yang berkaitan dengan budaya Tionghoa. Maka pada masa itu, umat Tridharma terpaksa beribadah dan mengunjungi klenteng secara sembunyi-sembunyi. Karena mereka takut jika ketahuan datang ke klenteng untuk beribadah, mereka akan dikenakan hukuman oleh pemerintah pada saat itu.
Klenteng Tay Kak Sie adalah klenteng terbesar dan terlengkap di Pecinan Semarang. Sepanjang tahun berbagai ritual keagamaan dan tradisi digelar di klenteng yang terletak persis ditepi Kali Semarang ini. Berdiri sejak tahun 1771 diatas kebun lombok, sehingga Klenteng ini juga dikenal oleh masyarakat Semarang sebagai Klenteng Gang Lombok. Banyak yang sudah tidak mengetahui asal mula berdirinya klenteng ini, termasuk masyarakat di Pecinan Semarang sendiri. Sejarah panjangnya sudah dimulai sejak awal abad 18 ditempat yang sekarang sudah padat pemukiman yang hingga tahun 1966 masih bisa dijumpai dan dikenal sebagai Bale Kambang.
Klenteng Tay Kak Sie ini terletak persis di sebelah Penjual Lumpia Gang Lombok.
Selain Klenteng Tay Kak Sie anda bisa mengunjungi berbagai bangunan dengan arsitektur china di Semarang antara lain Klenteng Sam Poo Kong, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya di daerah Watugong Semarang.
Related posts:






